Kumpulan Puisi Terbaru Dan Terbaik

Posted by Prast Kelana on 12:59 AM, 20-Jan-13 • Under: kumpulan puisi

Kumpulan Puisi Terbaru Dan Terindah ,atau Contoh Puisi Yang Indah Dan Menarik Karya Anak Sekolah

Puisi atau dalam bahasa inggrisnya poem adalah suatu ungkapan hati seseorang yang berupa gambaran perasaan, ungkapan jiwa, suasana batin dan lain sebagainya (Admin). Sebuah puisi biasanya terdiri dari beberapa bait yang mempunyai arti tersendiri setiap baitnya dan bisa menggambarkan suasana jiwa dari si pembuat puisi. Membuat puisi bukanlah perkara mudah, dikarenakan dalam pembuatan puisi diperlukan pemilihan kata-kata yang cocok sehingga nantinya akan mempunyai makna tersendiri yang begitu indah. Sebenarnya banyak sekali jenis puisi di zaman sekarang, ada puisi cinta, puisi nasihat, puisi kolosal, dll.. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya akan memposting beberapa puisi yang menarik yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca


Langsung saja berikut beberapa contoh puisi terbaik dan terbaru yang bisa langsung sobat baca.


bunda


Bunda.. Jiwamu bak permata Kasihmu bagai sang surya Engkau laksana lentera Bagiku kau pelita, di kegelapan hati hamba.
Bunda.. Kau pahlawan sejatiku, yang telah menyelamatkanku Dari jurang hitam yang kelabu Kau selalu mendampingiku Dalam mengarungi dunia yang semu Menerjang ombak kehidupan yang berliku
Oh Bunda... Kasih sayangmu tak terkira Melebihi dunia dan seisinya Bundaku tersayang Hingga ajal dan maut menjelang Aku akan selalu mengenang Pengorbananmu yang begitu mengagungkan
Bundaku Bagaimana ku harus membalasmu Membalas pengorbanan dan perjuanganmu Mungkin hanya terima kasih selalu terucap untukmu yang tersirat ikhlas dari kalbu oh Bundaku... dari dulu ku mengaku Kau memang segalanya bagiku..


apa itu cinta


Datang memberikan kebahagiaan Tapi tak jarang juga membawa kedustaan Ia dapat mengubah putih menjadi hitam Tapi juga bisa mengubah kelam menjadi benderang Itulah sepenggalan makan dari cin
Datang memberikan kebahagiaan Tapi tak jarang juga membawa kedustaan Ia dapat mengubah putih menjadi hitam Tapi juga bisa mengubah kelam menjadi benderang Itulah sepenggalan makan dari cin
Cinta... Terdiri dari lima huruf, tapi kaya akan makna Makna dari setiap tafsiran yang berbeda Dia bisa menjadi dewa, yang amat dipuja Bagi siapa saja pencobanya
Semua orang pasti pernah merasakan cinta Terjun ke lembah asmara Bahkan mencoba permainan cinta Yang tak dilupa sepanjang masa
Tapi, tak selamanya cinta membawa bahagia Bahkan banyak yang telah bosan dengan dunia Karena telah terhunus pedang cinta Pedang yang membuat lupa segalanya
Banyak hal yang dilalaikan Karena cinta yang diutamakan Segala dan semuanya dikorbankan Demi cinta yang ingin dipuaskan
Entah berapa banyak tafsiran tentang cinta Dari setiap pandangan yang berbeda Oh, cinta... Begitu banyak makna yang kau punya Tapi apabila kita sedang jatuh cinta Tak banyak kata yang bisa kita ucapkan untuk mengungkapkannya


guruku, pelitaku


Kaulah guruku Pelita dalam jiwaku, pemberiku ilmu Dikala ku tak tahu Dengan sabar aku mengajariku Kau bagaikan pahlawan Yang memberikan penerangan Dalam lembah hitamku yang kelam
Kau laksana dokter bagiku Yang mampu mengobati Kebingungan yang ada dalam pikiran ini Kadang kau juga memotivasi Agar semangat kami terus berapi Bagaikan semangat Pattimura yang gigih berani Membela bangsa dan negeri
Guruku... Kau bagai meneteskan embun Yang dapat memberi kesejukan Di kegersangan kalbuku Dikala ku ingin tahu sesuatu Dengan kelembutan hatimu Kau memberiku sepucuk penjelasan
Walau kadang ku tak suka padamu Tapi, kau tetap ikhlas membagi ilmu Ilmu yang sangat penting bagiku Aku akan berani mengarungi samudra kehidupan Dengan perahu ilmu buatanmu
Oh Guruku... Kau kuhormati dan kutaati Mungkin hanya itu yang bisa kulakukan Untuk membalas kebaikanmu Yang telah mengajariku, dari ketidaktahuanku..


panorama desaku


Udara pagi segar menyambut Berhawa dingin berselimut kalbu Ku perlahan buka jendela kamarku Mencoba menghirup udara desaku Yang segar menentramkan kalbu
Ku berjalan menuju jalan Kemudian duduk di rerumputan Jalanan masih sepi Hanya kawanan burung yang kesana kemari
Terlihat petani siap bekerja Mencari karunia Tuhan Yang Maha Esa Udara desaku masih bersih Beda jauh dengan perkotaan Yang banyak mengandung polutan
Di desaku... Sejauh mata memandang, Yang terlihat hanyalah persawahan Yang laksana permadani hijau yang tergelar Sang surya mulai terbit Membagikan sinarnya ke jagat raya Memberikan kehangatan pada siapa saja
Oh desaku... Udaramu memberikan kesejukan Pemandanganmu menyejukan mata Kaulalah desaku... Tempat kelahiranku Kau kan ku kenang selama hidupku Dan sampai ajal menjemputku


lentera bangsa mulai redup


Pagi bersinar membangunkan Pemuda bergegas memasangkan Seragam dan senjata perjuangan Berbekal semangat yang membara Tertancap kuat di dalam dada Mengorbankan jiwa dan raga Semua itu pemuda dahulu kala Tapi, pemuda zaman sekarang Tak kenal yang namanya berjuang Tahunya hanya kesenangan Banyak pemuda yang melupakan Betapa berjasanya para pahlawan Dan betapa pentingnya perjuangan Oh, pemuda era sekarang... Mungkin kau sudah lupa dengan norma Pergaulan bebas dimana-mana Obat-obatan terlarang sudah biasa Bibit pahlawan dibutuhkan Tapi tak ada yang membanggakan Banyak pemuda bermalas-malasan Banyak pemuda yang tak bisa memahami Betapa kerasnya hidup ini Oh pemuda bangsa, tahukah engkau? Sekarang negeri semakin rusak Karena kurangnya pemuda sejati Pemuda yang siap membela negeri Itulah pemuda zaman sekarang Bagaikan lentera Yang sinarnya mulai meredup


termenung di ujung senja


Sang surya telah menuju peraduannya Meninggalkan kesan hitam setelahnya Tinggallah cahaya di ufuk barat saja Para burung telah kembali ke sarangnya Setelah membawa sejuta cerita
Kucoba resapi perlahan Takdir hidup yang terus berjalan Dan berputar bagaikan roda Kadang kala di atas dan kadang kala di bawah Ku termenung di kesunyian Singgah di alam lamunan
Kucoba menerawang masa depan Masa di mana ku harus menentukan Tujuan hidup yang sebenarnya Membuka cakrawala kehidupan yang nyata Tiba-tiba ku termenung memikirkan dosa
Entah berapa banyak dosa yang kulakukan Sampai aku telah melupakan Dalam kalbu ku berdo’a Semoga Tuhan mengampuni hamba
Kegelapan tiba-tiba menyadarkan Sang surya telah benar-benar hilang Ternyata senja telah berubah jadi petang Kucoba bangkit dari persinggahan Dan kembali bertasbih mengingat Tuhan

Karya: Rodhiyah Nur Zulaikhoh Siswi kelas VIII Bilingual MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo - Winong - Pati


Oke, sekian dulu postingan saya mengenai kumpulan puisi terindah. Bila ada kesempatan akan saya tambahi puisinya. Kurang lebihnya saya minta ma'af and thank atas kunjungannya biggrin

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(Some BBCode tags are allowed)